Rabu, 28 Februari 2018

Uji Kandungan Gula dan Protein dalam Urine







Apa yang kamu diskusikan ?

1. Apa yang kamu ketahui tentang kandungan yang ada pada urine manusia ?

Jawab : 

  • Urea (25-30 gram) merupakan hasil akhir dari metabolisme protein pada mamalia.
  •  Amonia, pada keadaan normal terdapat sedikit dalam urin segar. Pada penderita diabetes millitus, kandungan amonia dalam urinnya sangat tinggi.
  •  Kreatinin dan kreatin (kreatinin : produk pemecahan kreatin), normalnya 20-26 mg/kg pada laki-laki, dan 14-22 mg/kg pada perempuan.
  •  Asam urat, adalah hasil akhir terpenting oksidasi purin dalam tubuh. Asam urat sangat sukar larut dalam air, tetapi mengendap membentuk garam-garam yang larut dengan alkali. Pengeluaran asam urat meningkat pada penderita leukimia, penyakit hati berat.
  •  Asam amino: hanya sedikit dalam urin. Pada penderita penyakit hati yang lanjut karena keracunan, maka jumlah asam amino yang diekskresikan meningkat.
  • Klorida (terutama NaCl), pengeluarannya tergantung dari masukan.
  • Sulfur, berasal dari protein yang mengandung sulfur pada makanan.
  •  Fosfat di urin adalah gabungan dari natrium dan kalium fosfat, berasal dari makanan yang mengandung protein berikatan denagn fosfat.
  • Oksalat dalam urin rendah. Pada penderita hiperoksaluria jumlah oksalat relatif tinggi.
  • Mineral: Na, Ca, K, Mg ada sedikit dalam urin.
  • Vitamin, hormon dan enzim dalam urin sedikit.
2. Berdasarkan percobaan yang telah kamu lakukan, kelainan apa yang mungkin terjadi jika urine mengandung gula?
Jawab : kencing manis atau diabetes melitus

3. Berdasarkan percobaan yang telah kamu lakukan, kelainan apa yang mungkin terjadi jika urine mengandung protein ?
Jawab : albuminuria

4. Apa yang dapat kamu lakukan untuk menjaga ginjalmu tetap sehat ?
Jawab :
  1. Tidak memakan/meminum makanan/minuman yang mengandung banyak gula atqau mengurangi porsi dalam pemakaian gula.
  2. Memperbanyak minum air putih karena albuminuria terjadi akibat kurangnnya asupa air dalam tubuh
  3. Mengurangi konsumsi banyak protein
  4. Pola hidup sehat untuk mengatur keseimbangan gizi
KESIMPULAN :
Cek Glukosa
Reagen benedict berwarna biru jernih. jika sampel diberi cairan tersebut dan berubah menjadi biru kehijauan tau kuning berarti sampel mengandung sedikit gula jika berwarna merah bata maka sampel mengandung banyak glukosa
Cek Protein 
Reagen biuret akan berubah menjadi ungu jika sampel mengandung banyak protein 
Hal tersebut jika orang dalam urine nya terdapat banyak kandungan gula maka orang tersebut berpotensi mengidap diabetes melitus/kencing manis. Jikao rang dalam urine nya terdapat banyak kandungan protein maka orang tersebut berpotensi mengidap albuminuria.
untuk mecegah penyakit itu datang dapat dicegah dengan  : Tidak memakan/meminum makanan/minuman yang mengandung banyak gula atqau mengurangi porsi dalam pemakaian gula. Memperbanyak minum air putih karena albuminuria terjadi akibat kurangnnya asupa air dalam tubuh Mengurangi konsumsi banyak protein. Pola hidup sehat untuk mengatur keseimbangan gizi







Minggu, 25 Februari 2018

~ Model Penyaringan Darah Dalam Ginjal ~


 " MODEL PENYARINGAN DARAH DALAM GINJAL "


KELOMPOK 1 :
  • Amanda Nur Afifah    (02)
  • Eva Fitriani         (07)
  • Imey Santoso         (11) 
  • Jaluna Sang Parudam  (13)
Alat :
1 buah corong
1 buah kertas saring 
1 buah pengaduk
2 buah gelas kimia

Bahan : 
200 mL air
4 tetes perwarna makanan warna merah
1 sendok makan tepung terigu

Langkah Kerja : 
1. Masukkan 1 sendok makan terigu ke dalam gelas kimia
2. Teteskan 4 tetes pewaran makanana berwarna merah ke dalam gelas kimia 
3. Tuangkan 200mL air kedalam gelas kimia yang sudah diberi tepung dan pewarna
4. Aduk semua bahan adar tercampur rata
5. Lipat dan taruhlah kertas saring diatas corong 
6. Tuangkan sedikit demi sedikit bahan yang sudah tercampur rata 
7. Amati hasil penyaringan 

Hasil Diskusi :
1. Bagaimana perbedaan air dari larutan hasil penyaringan dan bahan awal sebelum disaring?
    Jawaban :
a. sebelum disaring masih kental dan berwarna pekat karena dicampur dengan tepung,
b.  setelah disaring warnanya menjadio lebih bening daripada sebelumnya

2. Apa yang menyebabkan berbeda?
    Jawaban :karena tepung yang telah dicampur tadi sudah tersaring

3. Bila rangkaian percobaan pada gambar 9.4 diumpamakan sebagai badan Malpighi, maka  
    Jawaban :
 a. corong dan kertas saring diumpamakan sebagai glomerulus,
 b. gelas ilmia diumpamakan sebagai kapsula bowman 


KESIMPULAN: 
Dalam percobaan tersebut corong yang terdapat filter diibaratkan sebagai Glomerulus, jika hasil filtrasi masih kental, maka terjai gangguan pada filter yang terdapat pada corong ( Diibaratkan sebagai penyakit gagal ginjal )




 Gelas Breaker berisi air 200ml

Corong Dan tabung Elemeyer

Kertas penyaring

 Air yang dicampur tepung

 Air yang dicampur dengan pewarna dan tepung

 lalu dilarutkan

proses filtrasi 

 filtrasi

 Hasil Filtrasi semua kelompok

  Hasil Filtrasi semua kelompok

 hasil penyaringan
Hasil endapan

foto kelompok


Video Filtrasi


Rabu, 21 Februari 2018

Ayo, kita diskusikan ! ~ Sistem Eksresi pada Manusia ~


kelompok 1:

  • amanda nur afifah/02
  • eva fitriani/07
  • imey santoso/11
  • jaluna sang parudam/13

1. Apakah tubuh kita mengeluarkan zat sisa? coba identifikasi zat isa yang dikeluarkan oleh tubuhmu!

Jawab : Ya, karena tubuh kita mengeluarkan zat sisa sebagai berikut

  1. Paru-paru menghasilkan CO2 dan H2O
  2. Hati menghasilkan Empedu
  3. Kulit menghasilkan Keringat 
  4. Ginjal menghasilkan Urine 

2. Mengapa zat sisa yang ada di dalam tubuhmu harus dikeluarkan?

Jawab :

  • Karena zat sisa mempunyai senyawa beracun yang berbahaya bagi kesehatan serta zat sisa berarti adalah zat kotor yang tidak dibutuhkan lagi bagi tubuh dan akan menghambat kerja organ dalam tubuh .


3. Bagaimana dampaknya jika zat sisa dalam tubuhmu tidak dikeluarkan?

Jawab :

  • Akibatnya adalah tubuh akan menyerap kembali zat sisa tersebut. Maka tubuh akan menerima racun atau toksin  yang seharusnya dikeluarkan oleh tubuh. Dampaknya akan menjadi menyerang sistem organ eksresi manusia.
Materi

  • Pengertian
          Eksresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme baik berupa zat cair dan zat gas. Zat-zat sisa zat sisa itu berupa urine(ginjal), keringat(kulit), empedu(hati), dan CO2(paru-paru). Zat-zat ini harus dikeluarkan dari tubuh karena jika tidak dikeluarkan akan mengganggu bahkan meracuni tubuh. Selain ekskresi, ada juga defekasi dan sekresi. Defekasi adalah pengeluaran zat sisa hasil proses pencernaan berupa feses(tinja) melalui anus. Sedangkan sekresi adalah pengeluaran oleh sel dan kelenjar yang berupa getah dan masih digunakan oleh tubuh untuk proses lainnya seperti enzim dan hormon. 


  • Struktur dan Fungsi

1. Ginjal 
Ginjal (ren) manusia berjumlah sepasang, terletak di kanan dan kiri tulang pinggang, yaitu di dalam rongga perut pada dinding tubuh bagian belakang (dorsal).Ternyata, ginjal kanan lebih rendah dari pada ginjal kiri karena di atas ginjal kanan terdapat hati. Ginjal berbentuk seperti biji ercis dengan panjang sekitar 10 cm dan berat sekitar 200 gram. Ginjal berwarna merah karena banyak darah yang masuk ke dalam ginjal.
Fungsi Ginjal:
  • Menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme tubuh
  • Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan
  • Reabsorbsi (penyerapan kembali) elektrolit tertentu yang dilakukan oleh bagian tubulus ginjal
  • Menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh manusia
  • Menghasilkan zat hormon yang berperan membentuk dan mematangkan sel-sel darah merah (SDM) di sumsum tulang
74276-004-E7F1BB17
Bagian-bagian ginjal :
  • Korteks: bagian ginjal yang terdapat badan malpighi (glomerulus dan kapsula bowman), tubulus kontortus proksimal, dan tubulus kontortus distal.
  • Nefron: tempat penyaringan darah. Di dalam ginjal terdapat lebih dari 1 juta buah nefron. 1 nefron terdiri dari glomerulus, kapsula bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.
  • Medula: Terdiri dari 9 sampai 14 bagian yang berbentuk piramid. Di dalamnya terdapat lengkung henle dan tubulus kolektivus.
  • Pelvis: tempat bermuaranya tubulus yaitu tempat penampungan urin sementara yang akan dialirkan menuju kandung kemih melalui ureter dan dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.
  • Glomerulus: Tempat penyaringan darah yang akan menyaring air, garam, asam amino, glukosa, dan urea. Menghasilkan urin primer.
  • Kapsula bowman: kantong/kapsul yang membungkus glomerulus. Kapsula bowman ditemukan oleh Sir William Bowman.
  • Tubulus kontortus proksimal: tempat penyerapan kembali/reabsorpsi urin primer yang menyerap glukosa, garam, air, dan asam amino. Menghasilkan urin sekunder.
  • Lengkung henle: Penghubung antara tubulus kontortus proksimal dengan tubulus kontortus distal.
  • Tubulus kontortus distal: Tempat untuk melepaskan zat-zat yang tidak berguna lagi atau berlebihan ke dalam urin sekunder. Menghasilkan urin sesungguhnya.
  • Tubulus kolektivus: Adalah tabung sempit panjang dalam ginjal yang menampung urin dari nefron, untuk disalurkan ke pelvis menuju kandung kemih.
Proses pembentukan urin di dalam ginjal melalui tiga tahapan. Ketiga tahapan tersebut adalah sebagai berikut.
  • Filtrasi (penyaringan). Pada proses pembentukan urin, darah mengalir dari arteri ginjal masuk ke dalam glomerulus yang berisi kapiler-kapiler darah. Pada bagian ini akan terjadi penyaringan pertama yang kemudian akan disimpan di dalam kapsula Bowman. Cairan hasil penyaringan tersebut, tersusun dari urea, glukosa air, dan ion-ion anorganik, seperti natrium, kalium, kalsium, dan klor.  Cairan yang tertampung di kapsula Bowman disebut urin primer.
  • Reabsorpsi (Penyerapan Kembali). Setelah tahap filtrasi, urin primer masuk ke tubulus kontortus proksimal dan terjadi proses penyerapan kembali, yaitu zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh.  Saat garam bergerak ke dalam sel, air akan masuk juga dengan cara osmosis, yang kemudian akan masuk ke dalam pembuluh darah.Cairan yang dihasilkan dari proses reabsorbsi disebut urin sekunder.
  • Augmentasi (Pengumpulan). Urin sekunder bergerak ke tubulus kontotus distal dan juga di saluran pengumpul.  Cairan yang dihasilkan sudah keluar yang merupakan urin sesungguhnya dan kemudian disalurkan ke rongga ginjal. 
2. Paru-paru
Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Selain berfungsi sebagai alat pernapasan, paru-paru juga berfungsi sebagai alat ekskresi. Oksigen di udara yang memasuki alveolus akan berdifusi dengan cepat melintasi epitelium ke dalam kumpulan kapiler yang mengelilingi alveolus, sehingga karbondioksida akan berdifusi dengan arah yang sebaliknya.
th

3. Hati
Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh, terdapat di rongga perut sebelah kanan atas, berwarna kecoklatan. 

  • sebagai tempat untuk menyimpan gula dalam bentuk glikogen
  • menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit penyakit
  • mengatur kadar gula dalam darah
  • sebagai tempat pengubahan provitamin A menjadi vitamin A
  • menghasilkan empedu yang berguna untuk mengemulsikan lemak
  • menguraikan molekul hemoglobin tua
  • menghilangkan hormon-hormon berlebihan
4. Kulit

Seluruh permukaan  tubuh kita  terbungkus oleh  lapisan  tipis yang  sering kita sebut kulit.

Kulit memiliki fungsi sebagai berikut :
  • Mengeluarkan keringat;
  • Pelindung tubuh;
  • Menyimpan kelebihan lemak;
  • Mengatur suhu tubuh;
  • Tempat pembuatan vitamin D dari pro vitamin D dengan bantuan sinar matahari yang mengandung ultraviolet.
Mekanisme Pembentukan Keringat :
Bila suhu tubuh kita meningkat atau suhu udara di lingkungan kita tinggi, pembuluh-pembuluh darah di kulit akan melebar. Hal ini mengakibatkan banyak darah yang mengalir ke daerah tersebut. Pangkal kelenjar keringat berhubungan dengan pembuluh darah maka terjadilah penyerapan air, garam dan sedikit urea oleh kelenjar keringat. Kemudian air bersama larutannya keluar melalui pori-pori yang merupakan ujung dari kelenjar keringat.
  • Gangguan pada Sistem Ekskresi Manusia
  1. GANGGUAN PADA GINJAL
    1. Batu ginjal
  • Penyebab       :
Batu ginjal dapat terbentuk karena pengendapan garam kalsium di dalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau kandung kemih.Batu ginjal berbentuk kristal yang tidak bisa larut dan mengandung kalsium oksalat, asam urat, dan kristal kalsium fosfat. 
  • Pencegahan           :
  1. Perbanyaklah minum air putih agar air seni lancar. 
  2. Hindari minum atau memasak menggunakan air yang kandungan kapurnya tinggi. 
  3. Jika menderita penyakit gout dan hiperparatiroid segera atasi.
  4. Lakukan olahraga rutin dengan tujuan agar metabolisme di dalam tubuh berjalan dengan baik. Idealnya, lakukan olahraga dua hari sekali. 
  5. Jangan duduk terlalu lama saat bekerja. 
  6. Bila terasa ingin membuang air seni sebaiknya segera lakukan. 
  7. Hindari makanan yang mengandung kalsium tinggi, seperti susu dengan kalsium tinggi. 
  • Pengobatan           :
Penyakit ini dapat diatasi dengan pembedahan dan sinar laser. Tujuan dari pembedahan untuk membuang endapan garam kalium. Tujuan menggunakan sinar laser untuk memecahkan endapan garam kalsium.
2. Nefritis
  • Penyebab               :
Nefritis adalah kerusakan bagian glomerulus ginjal akibat alergi racun kuman. Nefritis biasanya disebabkan adanya bakteri Streptococcus. Rusaknya nefron mengakibatkan urine masuk kembali ke dalam darah dan penyerapan air menjadi terganggu sehingga timbul pembengkakan di daerah kaki.
  • Pengobatan           :
Penderita nefritis bisa disembuhkan dengan cangkokan ginjal atau cuci darah secara rutin. Cuci darah biasanya dilakukan sampai penderita mendapatkan donor ginjal yang memiliki kesesuaian jaringan dengan organ penderita.
3. Glukosuria
  • Penyebab               :
Glukosuria adalah penyakit yang ditandai adanya glukosa dalam urine. Penyakit tersebut sering juga disebut penyakit gula atau kencing manis (diabetes mellitus). Kadar glukosa dalam darah meningkat karena kekurangan hormon insulin. Nefron tidak mampu menyerap kembali kelebihan glukosa, sehingga kelebihan glukosa dibuang bersama urine.
  • Pencegahan           :
  1. Kontrol kebiasaan makan
  2. Kendalikan berat badan
  3. Olah raga secar teratur
  4. Kelola faktro resiko lain (hipertensi, kadar lemak darah, dll)
  5. Bagi yang beresiko tinggi, periksa glukosa darah setiap tahun
  • Pengobatan           :
Bagi pasien Diabetes Melitus kendalikan kadar glukosa darah (dengan diet, olahraga & obat sesuai petunjuk dokter) dan periksa secara berkala. Pasien yang cukup terkendali dengan pengaturan makan saja tidak mengalami kesulitan kalau berpuasa. 
  1. Albuminuria
  • penyebab               :
Albuminuria adalah penyakit yang ditunjukkan oleh adanya molekul albumin dan protein lain dalam urine. Penyebabnya karena adanya kerusakan pada alat filtrasi.
  • Pencegahan           :
  1. Untuk mengurangi resiko terjadinya albuminuria mungkin bisa dimulai dengan membiasakan diri minum 8 gelas sehari, walaupun sebetulnya tidak merasa haus.
  2. Selain itu pencegahannya juga dapat dilakukan dengan tidak mengonsumsi hanya salah satu zat gizi saja secara berlebihan (misalnya hanya protein atau kalsium saja). Artinya makanan yang kita makan juga haru seimbang, baik dari segi jumlah maupun kadar gizinya.

  1. Hematuria
  • Penyebab               :
Hematuria adalah penyakit yang ditandai adanya sel darah merah dalam urine. Penyakit tersebut disebabkan adanya peradangan pada organ urinaria atau karena iritasi akibat gesekan batu ginjal.
  1. Gagal ginjal
  • Penyebab               :
Gagal ginjal terjadi jika salah satu ginjal tidak berfungsi. Kegagalan salah satu ginjal ini akan diambil alih tugasnya oleh ginjal lain. Namun, keadaan ini akan tetap menimbulkan resiko sangat tinggi. Karena menyebabkan penimbunan urea dalam tubuh dan kematian.
  • Pengobatan           :
Penyakit ini dapat diatasi dengan cangkok ginjal atau menggunakan ginjal tiruan sampai ginjal yang asli dapat kembali berfungsi.
  1. B.   GANGGUAN PADA HATI
    1. Hepatitis
  • Penyebab               :
Hepatitis adalah radang hati yang disebabkan oleh virus. Virus hepatitis ada beberapa macam, misalnya virus hepatitis A dan hepatitis B. Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis B lebih berbahaya daripada hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A.
  • Pencegahan           :
  1. Hepatitis dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi.
  2. Jarum untuk akupuntur atau tatto harus steril
  3. Hindari pemakaian alat-alat secara bersamaan seperti cukur, sisir
  4. Hindari aktivitas sex dengan berganti-ganti pasangan
  5. Hindari mendapat donor darah yang tidak resmi
  • Pengobatan           :
  1. melalui kimiawi yang bertujuan untuk mematikan virus hepatitis
  2. pengobatan suportif yang bertujuan untuk melindungi sel hati dan membantu pemulihan sel hati yang rusak
  1. Penyakit kuning
  • Penyebab               :
Penyakit kuning disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu yang mengakibatkan cairan empedu tidak dapat dialirkan ke dalam usus dua belas jari, sehingga  masuk ke dalam darah dan warna darah menjadi kuning. Kulit penderita tampak pucat kekuningan, bagian putih bola mata berwarna kekuningan, dan kuku jaripun berwarna kuning. Hal ini terjadi karena di seluruh tubuh terdapat pembuluh darah yang mengangkut darah berwarna kekuningan karena bercampur dengan cairan empedu.
  1. Sirosis hati
  • Penyebab               :
Sirosis hati adalah keadaan penyakit yang sudah lanjut dimana fungsi hati sudah sangat terganggu akibat banyaknya jaringan ikat di dalam hati. Sirosis hati dapat terjadi karena virus Hepatitis B dan C yang berkelanjutan, karena alkohol, salah gizi, atau karena penyakit lain yang menyebabkan sumbatan saluran empedu.
  • Penyembuhan        :
Sirosis tidak dapat disembuhkan, pengobatan dilakukan untuk mengobati komplikasi yang terjadi (seperti muntah dan berak darah, asites/perut membesar, mata kuning serta koma hepatikum).
  1. Perlemakan hati
  • Penyebab               :
Perlemakan hati terjadi bila penimbunan lemak melebihi 5 % dari berat hati atau mengenai lebih dari separuh jaringan sel hati. Perlemakan hati ini sering berpotensi menjadi penyebab kerusakan hati dan sirosis hati. Kelainan ini dapat timbul karena mengkonsumsi alkohol berlebih disebut ASH (Alcoholic Steatohepatitis), maupun bukan karena alkohol disebut NASH (Nonalcoholic Steatohepatitis).
  1. Kanker hati
  • Penyebab               :
Kanker hati terjadi apabila sel kanker berkembang pada jaringan hati. Kanker hati yang banyak terjadi adalah Hepatocellular carcinoma (HCC). HCC merupakan komplikasi akhir yang serius dari hepatitis kronis, terutama sirosis yang terjadi karena virus hepatitis B, C dan hemochromatosis.
  1. Koletasis dan jaundice
  • Penyebab               :
Kolestasis merupakan keadaan akibat kegagalan memproduksi dan pengeluaran empedu. Lamanya menderita kolestasis dapat menyebabkan gagalnya penyerapan lemak dan vitamin A, D, E, K oleh usus, juga adanya penumpukan asam empedu, bilirubin dan kolesterol di hati. Adanya kelebihan bilirubin dalam sirkulasi darah dan penumpukan pigmen empedu pada kulit, membran mukosa dan bola mata disebut jaundice. Pada keadaan ini kulit penderita terlihat kuning, warna urin menjadi lebih gelap, sedangkan faeces lebih terang.
  1. C.   GANGGUAN PADA PARU-PARU
    1. Asma
  • Penyebab               :
Asma dikenal dengan bengek yang disebabkan oleh bronkospasme. Asma merupakan penyempitan saluran pernapasan utama pada paru-paru. Gejala penyakit ini ditandai dengan susah untuk bernapas atau sesak napas. Penyakit ini tidak menular dan bersifat menurun. Kondisi lingkungan yang udaranya tidak sehat atau telah tercemar akan memicu serangan asma.
  • Pencegahan           :
    Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri. Setiap penderita umumnya memiliki ciri khas tersendiri terhadap hal-hal yang menjadi pemicu serangan asmanya.
  • Pengobatan           :
Penyakit Asma (Asthma) sampai saat ini belum dapat diobati secara tuntas, ini artinya serangan asma dapat terjadi dikemudian hari. Penanganan dan pemberian obat-obatan kepada penderita asma adalah sebagai tindakan mengatasi serangan yang timbul yang mana disesuaikan dengan tingkat keparahan dari tanda dan gejala itu sendiri. Prinsip dasar penanganan serangan asma adalah dengan pemberian obat-obatan baik suntikan (Hydrocortisone), syrup ventolin (Salbutamol) atau nebulizer (gas salbutamol) untuk membantu melonggarkan saluran pernafasan.
  1. Tubrculosis (TBC)
  • Penyebab               :
Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menular melalui percikan ludah saat penderita batuk.
  • Penegahan             :
  1. Menghindari kontak dengan penderita TBC.
  2. Tidak meggunakan peralatan terutama peralatan makn dengan penderita TBC.
  • Pengobatan           :
Pengobatan untuk TBC bila sudah diketahui sejak dini sebenarnya tidak terlalu mahal dan mudah untuk disembuhkan karena sudah ada obat yang disediakan pemerintah. Bila diperlukan, penderita TBC dapat juga dikarantina di tempat khusus agar tidak menularkan penyakitnya.Penyakit ini juga sebenarnya merupakan salah satu penyakit yang sudah ditaklukan, tetapi belakangan kembali menyerang. Salah satunya adalah karena penderita tuberkulosis ini tidak menghabiskan obat mereka. Obat harus diminum secara teratur selama 6 sampai 9 bulan untuk menyembuhkan penyakit ini. Tidak menghabiskan obat dapat menyebabkan penderita tidak dapat sembuh dan menyebabkan obat tidak mampu lagi melawan kuman karena kuman menjadi kebal.
  1. Pneumonia
  • Penyebab               :
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur yang menginfeksi paru-paru khususnya di alveolus. Penyakit ini menyebabkan oksigen susah masuk karena alveolus dipenuhi oleh cairan.
  • Pencegahan           :
  1. Selalu memelihara kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat dapat mencegah agar bakteri tidak mampu menembus pertahanan kesehatan tubuh.
  2. Biasakan untuk mencuci tangan, makan makanan bergizi
  3.  berolahraga secara teratur.
  • Pengobatan:
Apabila telah menderita pneumonia, biasanya disembuhkan dengan meminum antibiotik.
  1. Emfisema
  • Penyebab               :
Emfisema disebabkan karena hilangnya elastisitas alveolus. Alveolus sendiri adalah gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru-paru. Pada penderita emfisema, volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat karena karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru.
  • Pencegahan           :
Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.
  1. Bronkitis
  • Penyebab               :
Penyakit bronkitis disebabkan oleh peradangan pada bronkus (saluran yang membawa udara menuju paru-paru). Penyebabnya bisa karena infeksi kuman, bakteri atau virus. Penyebab lainnya adalah asap rokok, debu, atau polutan udara.
  • Pencegahan           :
  1. Meningkatkan daya tahan tubuh merupakan salah satu pencegahan yang dapat dilakukan.
  2. Sedangkan untuk mencegah bronkitis kronik adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok juga menghindari asap rokok agar tidak menjadi perokok pasif yang sangat berbahaya.
  • Pengobatan           :
Untuk pengobatan bila disebabkan oleh bakteri atau kuman dapat diatasi dengan meminum antibiotik sesuai anjuran dokter. Bila disebabkan oleh virus, biasanya digunakan obat-obatan untuk meringankan gejala.
  1. Asbestosis
  • Penyebab               :
Adalah suatu penyakit saluran pernafasan yang di sebabkan oleh menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas. Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika terhisap, serat asbes mengendap di dalam dalam paru-paru, menyebabkan parut. Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalanpleura (selaput yang melapisi paru-paru).
  • Pencegahan           :
Asbestosis dapat dicegah dengan mengurangi kadar serat dan debu asbes di lingkungan kerja. Karena industri yang menggunakan asbes sudah melakukan kontrol debu, sekarang ini lebih sedikit yang menderita asbestosis, tetapi mesotelioma masih terjadi pada orang yang pernah terpapar 40 tahun lalu.
  • Pengobatan           :
Pengobatan suportif untuk mengatasi gejala yang timbul adalah membuang lendir/dahak dari paru-paru melalui prosedur postural drainase, perkusi dada dan vibrasi. Diberikan obat semprot untuk mengencerkan lendir. Mungkin perlu diberikan oksigen, baik melalui sungkup muka (masker) maupun melalui selang plastik yang dipasang di lubang hidung. Kadang dilakukan pencangkokan paru-paru. Mesotelioma berakibat fatal, kemoterapi tidak banyak bermanfaat dan pengangkatan tumor tidak menyembuhkan kanker.
  1. Paru-paru hitam
  • Penyebab               :
Paru-paru hitam merupakan akibat dari terhirupnya serbuk batubara dalam jangka waktu yang lama. Merokok tidak menyebabkan meningkatnya angka kejadian paru-paru hitam, tetapi bisa memberikan efek tambahan yang berbahaya bagi paru-paru. Resiko menderita paru-paru hitam berhubungan dengan lamanya dan luasnya pemaparan terhadap debu batubara. Kebanyakan pekerja yang terkena berusia lebih dari 50 tahun. Penyakit ini ditemukan pada 6 dari 100.000 orang.
  • Pencegahan           :
Paru-paru hitam dapat dicegah dengan menghindari debu batubara pada lingkungan kerja. Pekerja tambang batubara harus menjalani pemeriksaan foto dada tiap 4-5 tahun sehingga penyakit ini dapat ditemukan pada stadium awal. Jika ditemukan penyakit, maka pekerja tersebut harus dipindahkan ke daerah dimana kadar debu batubaranya rendah, untuk menghindari terjadinya fibrosis masif progresif.
  • Pengobatan           :
Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini, selain untuk mengobati komplikasinya (gagal jantung kanan atau tuberkulosis paru). Jika terjadi gangguan pernapasan, maka diberikan bronkodilator dan ekspektoran. Tetapi adalah penting untuk menghindari pemaparan lebih lanjut.
  1. Sinusitis
  • Penyebab               :
Sinusitis adalah infeksi dalam rongga sinus yaitu rongga berisi udara yang    letaknya dalam rongga kepala di sekitar hidung. Infeksi atau peradangan sinus umumnya terjadi sebagai kelanjutan infeksi hidung. Setiap kondisi dalam hidung yang menghambat aliran keluar cairan hidung cenderung menyebabkan infeksi dari sinus. Seperti adanya infeksi virus, bakteri atau benda asing penyebab alergi dapat menimbulkan pembengkakan selaput lendir hidung dan hal yang sama juga terjadi pada sinus sehingga menutup hubungan antara sinus dan hidung. Alergen yang terhirup seperti debu, spora jamur, bulu binatang, serbuk sari bunga, dan lain-lain menimbulkan reaksi alergi dan pembengkakan yang dapat berpengaruh atas timbulnya serangan sinusitis.
  • Pencegahan           :
  1. Infeksi virus dan bakteri harus dihindari dengan meningkatkan daya tahan tubuh misalnya istirahat dan gizi yang cukup serta olahraga yang teratur.
  2.  Hindari juga alergen seperti debu, asap rokok dan polusi lain serta obat-obatan dan jenis makanan tertentu yang dapat menimbulkan alergi.
  3. Jenis alergennya harus diketahui agar reaksi selanjutnya dapat dihindari atau dikurangi. Menyelam dan berenang juga harus dihindari karena air dapat masuk ke dalam sinus sehingga menimbulkan sumbatan atau infeksi.
  1. Pleuritis
  • Penyebab               :
Pleuritis adalah peradangan pada pleura, yang merupakan, lembab berlapis ganda membran yang mengelilingi paru-paru dan garis tulang rusuk. Kondisi ini dapat membuat napas sangat menyakitkan. Kadang-kadang dikaitkan dengan kondisi lain yang disebut efusi pleura, di mana kelebihan cairan mengisi daerah antara lapisan membran itu.
  • Pengobatan                       :
Pengobatan yang dilakukan pada penderita sinusitis biasanya meliputi:
  1. Suntikan anti alergi
  2. Menghindari pencetus alergi
  3. Semprotan hidung yang mengandungkortikosteroid untuk membantu mengurangi bengkak di rongga sinus, terutama karena adanya polip ataupun karena alergi.
  4. Tindakan operasi untuk membersihkan dan mengeringkan rongga sinus mungkin diperlukan terutama bagi pasien yang mengalami peradangan yang berulang.
  1. Kanker paru-paru
  • Penyebab               :
Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru. Jika dibiarkan pertumbuhan yang abnormal ini dapat menyebar ke organ lain, baik yang dekat dengan paru maupun yang jauh misalnya tulang, hati, atau otak. Penyakit kanker paru-paru lebih banyak disebabkan oleh merokok (87%), sedangkan sisanya disebabkan oleh zat asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.
  • Pencegahan           :
Berhenti dan hindari merokok.
  • Pengobatan           :
Beberapa tindakan yang dapat dilakukan adalah:
  1. Tindakan operasi pembedahan mengangkat sell kanker
  2. Tindakan Therapy Radiasi
  3. Tindakan Therapy Kemotherapy
  4. Tindakan penyuntikan {Photodynamic (PTD)}
  5. Pemberian Nutrisi dan supplement dapat mengurang gejala yang disebabkan oleh kanker paru. Vitamin D dan Fe sangat baik untuk diberikan oleh penderita penyakit kanker paru, Begitu pula dengan makanan antioxidant seperti blueberri, cherri, dan buah tomat
  1. D.   GANGGUAN PADA KULIT
    1. Skabies
  • Penyebab               :
Kudis (scabies) adalah penyakit kulit yang menular, penyakit ini memiliki gejala gatal, dan rasa gatal tersebut akan lebih para pada malam hari. Sering muncul di tempat-tempat lembab di tubuh seperti misalnya, tangan, ketiak, pantat, kunci paha dan terkang di celang jari tangan atau kaki.
  • Pencegahan           :
  1. mencuci sperai tempat tidur, handuk dan pakaian yan dipakai dalam 2 hari belakangan dengan air hangat dan deterjen.
  2. Menjaga kebersihan kulit.
  • Pengobatan           :
Untuk pengobatan luar, cukup ambil daun, kulit, batang, atau akar salam seperlunya. Cuci bersih, lalu giling halus sampai menjad adonan seperti bubur. Balurkan ke tempat yang gatal, kemudian dibalut.
  1. Kurap
  • Penyebab               :
Penyakit Kurap merupakan suatu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh fungsi. Gejala kurap mulai dapat dikenali ketika terdapat baian kecil yang kasar pada kulit dan dikelilingi lingkaran merah muda.
  • Pencegahan           :
  1. Mencuci tangan yang sempurna.
  2. Menjaga kebersihan tubuh.
  3. Mengindari  kontak dengan penderita.
  • Pengobatan           :
Dapat diobati dengan anti jamur yang mengandung mikonazol dan kloritomazol dengan benar dapat menghilangkan infeksi.
  1. Panu
  • Penyebab               :
Panu adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit panau ditandai dengan bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung warna kulit si penderita.
Panu paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panau juga bisa ditemukan pada penderita berumur tua.
  • Pencegahan           :
  1. Menjaga kebersihan badan.
  2. Usahakan agar kulit dalam keadaan kering dan tidak lembab.
  3. Pakaian dan handuk mandi jangan sampai lembab, karena pakaian yang lembab memicu tumbuhnya jamur.
  4. Jangan menggunakan pakaian atau peralatan mandi dengan penderita panu.
  • Pengobatan           :
Panu dapat diobati dengan obat-obatan tradisional seperti daun sirih yang dicampur dengan kapur sirih dan dioles pada kulit yang terserang Panu. Atau juga dapat digunakan obat-obat yang di jual di pasaran seperti Pandas dan Kalpanax.
  1. Biduran
  • Penyebab               :
Biduran disebabkan oleh udara dingin, alergi makanan dan alergi bahan kimia. Biduran ditandai dengan timbulnya bentol-bentol yang tidak beraturan dan terasa gatal. Biduran dapat berlangsung beberapa jam dan dapat juga berlangsung berhari-hari.
  • Pencegahan           :
Bagi penderita biduran, pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari faktor-faktor penyebab tim bulnya bidur. Seperti udara dingin, makanan dan bahan kimia.
  • Pengobatan           :
Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan resep obat yang diberikan oleh dokter.
  1. Ringworm
  • Penyebab               :
Ringworm adalah sejenis jamur yang menginfeksi kulit. Infeksi ini ditandai dengan timbulnya bercak lingkaran di kulit.
  • Pencegahan           :
Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan menjaga agar kulit tetap kering dan tidak lembab.
  • Pengobatan           :
Pengobatannya dilakukan dengan mengkonsumsi obat anti jamur.
  1. Psosiaris
  • Penyebab               :
Penyebab pasti dari penyakit ini belum bisa ditentukan, tetapi hasil dari banyak penelitian penyakit ini disebabkan adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Ada dua tipe sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh kita, yaitu sel limfosit T dan limfosit B. Pada psoriaris terjadi aktivasi limfosit T yang tidak normal di kulit. Ini menyebabkan kulit menjadi meradang secara berlebihan.
  • Pengobatan           :
Psoriasis belum dapat disembuhkan secara total, tetapi pengobatan teratur dapat menekan gejala menjadi tidak nampak. Gejala yang ditimbulkannya adalah kulit kemerahan yang dapat terjadi di kulit kepala, sikut, punggung, dan lutut.
  1. Kanker kulit
  • Penyebab               :
Penyakit kanker kulit disebabkan oleh penerimaan sinar matahari yang berlebihan. Penyakit ini lebih sering menyerang orang yang berkulit putih atau terang, karena warna kulit tersebut lebih sensitif terhadap sinar matahari.
  • Pencegahan           :
Pencegahan dapat dilakukan dengan tabir surya atau menghindari kontak dengan sinar matahari yang terlalu banyak
itulah beberapa pembahasan tentang sistem ekskresi kali ini :) semoga bermanfaat!!!
sumber:

jika kurang jelas lihat video berikut: